Search

iklan 1

iklan 1

Oknum Kakam Sri Basuki Digelandang ke Mapolsek Kali Rejo, Diduga Bermain Judi

Sabtu, Maret 07, 2026 | 11.13 WIB


Lampung Tengah  –  Delikkasusnews.

Komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas penyakit masyarakat kembali diuji. Jajaran Polsek Kalirejo melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah di Kecamatan Kalirejo yang diduga kuat menjadi ajang perjudian. Ironisnya, lokasi penggerebekan tersebut disinyalir merupakan kediaman seorang oknum Kepala Kampung (Kakam).


​Dalam operasi tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga orang pria yang tengah asyik melakukan aktivitas terlarang tersebut. Salah satu dari ketiga pelaku yang digelandang petugas adalah UM, yang menjabat sebagai Kepala Kampung Sri Basuki.


​Kapolsek Kali Rejo, Iptu Agus Supriyadi, saat dikonfirmasi awak media (5/3/26) membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menegaskan bahwa saat ini ketiga pelaku, termasuk oknum Kakam Sri Basuki, telah berada di Mapolsek untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


​"Benar, peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum kami. Saat ini para pelaku sedang menjalani penyidikan intensif di kantor Mapolsek Kali Rejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Iptu Agus Supriyadi.


​Penangkapan oknum Kakam ini menjadi tamparan keras bagi sistem kepemimpinan di tingkat desa. Sebagai pemegang mandat tertinggi di kampung, seorang Kepala Kampung seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas dan ketertiban masyarakat.


​Alih-alih menjadi panutan dan memberikan contoh yang baik, oknum Kakam Sri Basuki justru mempertontonkan perilaku yang melanggar hukum. Tindakan ini dinilai sebagai preseden buruk yang mencoreng wibawa instansi pemerintahan desa di mata publik.


​Peristiwa ini memicu reaksi keras dari warga sekitar. Masyarakat mendesak agar penegak hukum bertindak tegas dan profesional tanpa melihat latar belakang jabatan pelaku. Ketegasan polisi sangat dinanti agar tidak muncul asumsi negatif di tengah masyarakat bahwa hukum di wilayah Lampung Tengah tajam ke bawah namun tumpul ke atas.


​"Kami berharap proses hukum berjalan transparan. Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Siapapun yang terbukti melanggar hukum, apalagi seorang pejabat publik, harus dijatuhi sanksi yang setimpal agar ada efek jera," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


​Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus guna mendalami keterlibatan pihak lain serta mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. (Red*)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
Copyright © Delik dan Kasus