Search

iklan 1

iklan 1

Skandal Jalan Rp14 Miliar di Tanggamus: Baru 2 Bulan PHO, Proyek PT Bumi Lampung Persada Sudah Rusak

Minggu, Januari 04, 2026 | 19.07 WIB


Tanggamus  – Delik Kasusnews.

Publik kembali disuguhi tontonan buruknya kualitas infrastruktur di Lampung. Proyek rekonstruksi jalan ruas Umbar – Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak, yang menelan anggaran fantastis Rp14.864.000.000, kini kondisinya remuk meski baru seumur jagung.

Pemandangan di lokasi (04/01/2026) sangat kontras dengan nilai proyeknya yang miliaran. Alih-alih mulus, jalan hotmix ini justru dihiasi retakan raksasa dan aspal yang amblas. Polisi bahkan harus turun tangan memasang police line agar warga tidak terperosok ke dalam lubang yang menganga di tengah jalan.

​Sungguh sangat ironis. Kerusakan parah ini muncul hanya berselang dua bulan setelah penyerahan pertama pekerjaan (Provisional Hand Over/PHO) dari kontraktor, PT Bumi Lampung Persada, kepada pemerintah.


​"Baru dua bulan selesai, tapi sudah seperti jalan rusak bertahun-tahun. Aspalnya pecah, bawahnya amblas. Ini dikerjakan pakai hati atau sekadar gugur kewajiban?" sindir seorang warga yang enggan disebut namanya dengan nada kecewa.


​Kerusakan ini bukan sekadar lubang biasa. Di titik tertentu, terlihat cor rigid pada bahu jalan tampak "melayang" tanpa penyangga karena tanah di bawahnya habis terkikis. Kondisi ini menjadi bom waktu bagi para pengendara, apalagi lokasinya berada di tanjakan curam dengan tikungan tajam.

​Kondisi jalur saat ini:

​• Sempit: Kendaraan roda empat tidak bisa berpapasan.

• ​Berbahaya: Di satu sisi ada amblasan jalan, di sisi lain ada dinding batu terjal.

​• Lumpuh: Jika tidak segera ditangani, akses utama Cukuh Balak terancam putus total.

​Hingga berita ini dirilis, tidak terlihat ada upaya perbaikan darurat maupun alat berat dari pihak kontraktor di lokasi. PT Bumi Lampung Persada seolah "buang badan" meski proyek masih dalam masa pemeliharaan.

Masyarakat kini menagih keberanian Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung. Publik menunggu langkah tegas: Apakah akan dilakukan audit total terhadap kualitas proyek ini, ataukah dibiarkan hingga jatuh korban jiwa?


​Jangan sampai uang rakyat belasan miliar hanya menjadi proyek 'bancakan' yang memperkaya segelintir pihak namun menyengsarakan ribuan warga. (Red)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
Copyright © Delik dan Kasus